Showing posts with label Memasak. Show all posts
Showing posts with label Memasak. Show all posts

Wednesday, July 24, 2013

Menu buka puasa praktis

RSeperti yang sudah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya fulltime housewife. Weekend kemarin merupakan full-time housewife bagi saya. Sebenarnya weekend ini, saya, Arfan dan suami berencana mau belanja bulanan sekaligus buka puasa di luar. Sore itu, ketika akan berangkat, hujan mulai turun dan tidak berhenti hingga malam. Jadilah rencana weekend ini gatot alias gagal total.  

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, sepertinya saya memang harus memasak dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memasak (halah, lebay, hihi). Jadilah, saya searching dulu menu yang pas dan praktis untuk buka puasa. Sebenarnya saya searching-nya cuma di blognya Mbak Diah. Karena tidak bisa search via mobile version, terpaksa buka halaman per halaman. Untunglah menemukan resep masakan inspirasi menu buka puasa hari ke-4 (menu ala warteg-warung tegal), bumbu yang digunakan pada makanan tersebut paling simpel. Haha.


Sayangnya saya juga tidak bisa masak menu yang banyak dan bervariasi, karena masaknya juga sambil mengawasi Arfan. Jadinya, saya cuma bisa mencoba 2 resep masakan Mbak Diah, semoga kedepannya bisa mencoba menu yang lain dan bumbu yang sedikit ribet. Doakan saya! :D

Hari Sabtu (20/07/2013), saya memilih memasak asem manis buncis dan telor dadar. Resep masakan untuk telor dadar bisa dilihat di inspirasi menu buka puasa hari ke-4 (menu ala warteg-warung tegal). Tampilannya agak berantakan karena saya tidak melakukan sesuai dengan resepnya. Kalau dalam resepnya dianjurkan untuk menggunakan minyak yang banyak, saya menggunakan minyak sedikit (seperti mengoreng telor mata sapi). Selain itu, tepung beras bisa juga diganti dengan tahu yang dihancurkan. 

Telor dadar - dok. pribadi
Asem manis buncis, resepnya didapat dari mami. Saya suka sekali makanan ini. Pas buka puasa kemarin, Alhamdulilllah masakannya laris manis. Alhamdulillah juga Papah dan suamiku suka.
Bahan :
200gram Buncis
bisa juga ditambahkan wortel

Bumbu :
8 buah cabai hijau
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
200 ml  Air
1 sdm garam
50 gram gula merah
Asem sedikit

Cara Memasak :
Cabai hijau iris memanjang, bawang merah dan bawang putih iris tipis. Panaskan minyak goreng untuk menumis. Tumis semua bumbu hingga harum, lalu masukkan buncis. Taburi garam dan masukkan asem beserta gula merah. Tunggu hingga masak. Asem manis buncis siap dihidangkan.


Asem manis buncis - dok.pribadi
Menu yang praktis bukan? Kalau kata mami, "Ditinggal merem aja udah mateng, kok." :D

Hari Minggu (21/07/2013), saya memilih memasak ayam goreng sambal balado. Resep masakan untuk ayam goreng sambal balado bisa dilihat di inspirasi menu buka puasa hari ke-4 (menu ala warteg-warung tegal). Tapi dalam artikel tersebut, Mbak Diah menggunakan ikan. Karena saya tidak begitu suka dengan ikan, makanya ikan diganti dengan ayam goreng, hehe.


ayam goreng balado - dok. pribadi

Dari ketiga masakan tersebut, rasanya jangan ditanya. Pastinya kacau balau, haha. Karena masaknya lagi puasa, jadinya tidak bisa icip-icip rasa, hehe. Tapi tidak separah itu juga sih. Hari pertama, masakan hambar alias kurang garam, jadinya saya tambahkan garam. Hari kedua, Alhamdulillah sukses, setidaknya rasa sudah pas, hehe.


Sepertinya saya harus banyak praktek memasak supaya mendapatkan komposisi yang pas. Hmm, sepertinya saya harus mencoba menu lain di weekend ini. Kalau untuk membuat kue, sepertinya saya kurang sabar, jadinya khawatir kuenya tidak jadi. Hehe




Monday, June 17, 2013

Mencoba resep donat kampung

Tiap kali liat postingan resep makanan dan cemilan Mbak Diah, pasti langsung nelen ludah dan ngiler. Semua postingan resepnya benar-benar menggugah selera dan bahan-bahan yang digunakan juga tidak terlalu sulit. Sehingga resep tersebut dapat dicoba di dapur oleh pemula seperti saya. 

Saya ingin mencoba sendiri di dapur, tapi kebanyakan acara sok sibuk  di akhir minggu. Jadilah   saya berulang kali batal masuk dapur (alibi banget, hehe).
Saya memang jarang sekali masak, karena kesibukan di kantor ataupun mengurus Arfan menjadikansaya males untuk masuk dapur. Belum lagi si mami suka komplain kalau saya masuk dapur, karena dapurnya pasti berantakan, haha. Kalau masuk ke dapur biasanya karena kepepet alias Mami lagi ga bisa masak (misalnya mami lagi ga enak badan ataupun lagi nginep di rumah kaka). Saya sempet rutin masuk dapur ketika Mami terbaring sakit. Itupun saya cuma masak nasi dan sayur sop/bening (bumbu yang paling gampang). 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...