Showing posts with label #CBK4. Show all posts
Showing posts with label #CBK4. Show all posts

Tuesday, January 5, 2016

Emotional Bonding Orang Tua yang Bekerja

Salah satu kekurangan orang tua bekerja seharian di luar rumah adalah tidak dapat mendampingi setiap tumbuh kembang anaknya. Seringkali saya dan suami baru menyadari anak-anak bisa ini itu setelah beberapa hari berikutnya. Padahal dalam beberapa buku parenting yang pernah saya baca, pendampingan orang tua dalam setiap tumbuh kembang anak itu penting karena dapat menumbuhkan ikatan antara orang tua dan anak. 

Pasti Bu Ibu sudah sering mendengar bahwa ada anak yang lebih dekat dengan pengasuhnya ketimbang orang tuanya. Hal ini disebabkan karena orang tua lebih sibuk dengan pekerjaannya ketimbang meluangkan waktu dengan anaknya. 

Sebenarnya kedekatan orang tua terutama Ibu kepada anaknya sudah terjalin sejak anak masih dalam kandungan. Secara alami, biasanya anak lebih dekat kepada ibunya ketimbang ayahnya (karena antara Ibu dan anak memiliki emotional bonding dalam setiap proses kehidupannya, dimulai dari mengandung, melahirkan, menyusui bahkan mendidiknya hingga dewasa). Namun, dalam kondisi tertentu (seperti saya yang bekerja), anak-anak lebih dekat dengan neneknya karena sehari-hari diasuh oleh nenek. Supaya saya dan anak-anak tetap memiliki emotional bonding yang kuat, saya lebih banyak meluangkan waktu selepas bekerja dan di hari libur (quality time). Buat saya, menyuapi anak makan, memandikan ataupun mendampinginya bermain adalah bentuk quality time saya dan anak-anak.
Menemani Aysha bermain setelah mandi sore

Monday, December 28, 2015

Tumbuh Kembang Aysha 0-12 bulan

Bu Ibu suka perhatikan artikel yang ada di Baby book anak-anaknya ga? Kalau saya mah seringnya fokus di jadwal imunisasi supaya tidak terlambat jadwalnya, hehe. Tapi belakangan ini, saya membaca artikel tumbuh kembang di Baby book. Setelah membaca artikel-artikel tersebut, saya baru mengetahui bahwa tumbuh kembang anak dikelompokkan ke dalam 9 kelompok usia, yaitu usia 0-3 bulan, 4-6 bulan, 7-9 bulan, 9-12 bulan, 12-18 bulan, 18-24 bulan, 2-3 tahun, 3-4 tahun dan 4-5 tahun. Dalam artikel tersebut juga membahas mengenai perkembangan mental berdasarkan kelompok usianya (baik itu gerakan-gerakan kasar & halus emosi, sosial, perilaku, bicara), ada pula yang dilengkapi dengan tips untuk mendampingi tumbuh kembangnya. 

Jujur, saya bukan ibu yang selalu mencatat tumbuh kembang anak. Saya lebih suka mengabadikan melalui foto. Oleh karena itu, saya jadi lupa kapan tepatnya Arfan atau Aysha pertama kali tumbuh gigi (Semoga nanti setelah anak ketiga lahir, saya bisa lebih rajin mencatat tumbuh kembangnya. Aamiin). Sebelum terlambat lupa, akhirnya saya mencoba mengingat kembali tumbuh kembang Aysha dan menuliskannya dalam artikel ini. 

0-3 bulan 
Aysha lahir dengan berat 3.975 gram (Alhamdulillah tidak lebih dari 4.000 gram, sehingga saya tidak perlu melahirkan dengan cara operasi). Sejak dilahirkan Aysha memang tidak terlalu sering menyusu, meski saya seringkali membangunkannya untuk menyusu. 

Di usia 2-3 bulan, Aysha seringkali terbangun di malam hari. Saya terpaksa menidurinya di ruang tamu karena disitulah dia bisa tertidur lelap dan tidak rewel. Aysha sudah bisa bereaksi terhadap bunyi, menatap orang dengan tersenyum, mengoceh dan pastinya sudah mengenali saya sebagai ibunya (Emotional Bonding antara saya dan bayi adalah saat menyusui. Ini terlihat ketika dia ingin menyusu, dia pasti langsung mengarahkan mulutnya ke arah saya. Tapi kalau ayahnya yg mendekati, dia pasti langsung menangis karena haus, hehe). 

Aysha-2d

Friday, December 18, 2015

Pengalaman menggunakan Nursing Room di Mall

Weekend adalah waktu yang ditunggu oleh saya dan anak-anak. Karena kesibukan saya dan suami bekerja di Weekday, jadilah kami hanya punya waktu libur di Weekend. Selain itu, hanya di Weekend, kami bisa bersama seharian. Menjelang weekend, biasanya si abang mulai merengek minta main ke Mall. Kalimat yang sering dia gunakan ketika merengek adalah "Bunda, bunda, aku capek nih, mau ke Mall." (Dimana-mana namanya orang capek itu istirahat di rumah, tapi ini si abang malah mau main ke Mall. Mungkin maksudnya itu bosan kali ya, hehe)

Sebenarnya saya juga suka pergi ke Mall bersama anak-anak, tapi yang sering bikin males adalah bawa perlengkapan lenong alias baju salin dkk milik anak-anak. Meskipun saya baru memiliki 2 anak, tapi perlengkapan yang dibawa setiap kali pergi itu buanyak banget. Apalagi kalau perginya sampai seharian, maka banyak pula yang dibawa. Kalau kata Mamah, "Kamu sudah seperti mau pindahan rumah aja, bawaannya banyak banget". Saya mah cuma bisa nyengir aja :).

Berikut daftar barang bawaan yang wajib masuk ke tas untuk pergi :
  1. Baju salin untuk si abang dan adek Ai.
  2. Diapers untuk adek Ai.
  3. Produk Cussons Baby andalan (Bedak, hand gloves, cologne, lotion, cream)
Ini tas yang biasa dipakai dan produk Cussons Baby yang sering dibawa

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...