Akhir bulan lalu, saya dan keluarga berada di Yogyakarta. Dari jauh hari, saya memang sudah niat untuk menghabiskan cuti di kampung halaman (Sebenarnya kampung halaman suami dan Papa sih, kalau saya kan lahir dan besar di Jakarta - info ga penting, hehe). Sebelum ke Yogyakarta, kami berada di kampung halaman suami (Desa Kedungjambal, Tawangsari, Sukoharjo). Setelah dua hari berada disana, kami melanjutkan perjalanan ke kampung halaman Papa (Yogyakarta).
Hari pertama, kami sampai di Yogyakarta, kami tidak berencana untuk berkeliling Yogyakarta. Sepertinya masih jetlag karena kami baru sampai di Yogya selasa pagi dari kampung halaman suami di Sukoharjo yang jarak tempuhnya kurang lebih 2 jam dengan mengendarai mobil. Malam harinya, kami berkunjung ke rumah pakde saya di daerah Galur untuk bersilahturahmi.
Hari pertama, kami sampai di Yogyakarta, kami tidak berencana untuk berkeliling Yogyakarta. Sepertinya masih jetlag karena kami baru sampai di Yogya selasa pagi dari kampung halaman suami di Sukoharjo yang jarak tempuhnya kurang lebih 2 jam dengan mengendarai mobil. Malam harinya, kami berkunjung ke rumah pakde saya di daerah Galur untuk bersilahturahmi.
Hari kedua, kami baru memulai berwisata di Yogya. Sebenarnya hampir saja kami tidak jadi jalan-jalan karena sesampainya di Yogya Arfan sakit (arfan sempat dibawa ke UGD RS dekat Rumah karena sakit sesak nafasnya kambuh). Tapi melihat kondisi Arfan yang mulai membaik dan tetap pecicilan, akhirnya rencana tetap dilanjutkan.
Wisata di Yogya dimulai dengan mengunjungi De Mata (3D Trick Eye Museum). Ceritanya biar kekinian gitu deh, kan tempat wisata ini lagi hits banget di Yogya.
