Friday, May 24, 2013

4 - FF Pak Polisi



Hosh, hosh, hosh... suara nafasku terdengar naik turun. Aku memang mempercepat langkahku menuju ruangan kantorku. Aku duduk sejenak seraya mengatur nafasku, jantung ini masih terasa begitu cepat bekerja.
“Pak, ini bahan untuk meeting pagi ini. “ Ujar sekretarisku mengingatkan.
“Terima kasih. Meeting room sudah siap? Kita mulai meeting 5 menit lagi.” Kataku memastikan semua sudah disiapkan dengan baik
Meeting room sudah siap, Pak.” Jawab sekretarisku.
Pagi itu memang ada meeting dengan dewan direksi. Jadilah aku sedikit panik dan terburu-buru pagi itu.

***
“Selamat pagi, Pak. Mohon perlihatkan surat-surat kendaraan beserta SIM Bapak.” Ujar Pak Polisi setelah kaca jendela mobil ku buka.
Aku bergegas membuka dompetku, tapi sayangnya aku tak menemukan STNK mobilku. Dengan ragu-ragu aku mengulurkan tanganku dan memberikan SIMku kepada Polisi itu.
Haduh, pasti ditilang nih. ga bawa STNK pula. Pikirku dalam hati
“STNK mobilnya mana, Pak?” tanya Pak Polisi
“STNK mobilnya ketinggalan di rumah, Pak. Saya ada meeting pagi, damai saja ya, Pak.” Kataku cepat. Kulihat Pak Polisi membaca SIMku dengan seksama.
Aneh banget, ngeliat SIM sampai seperti itu. Gumanku dalam hati sambil sesekali melirik arah jarum jam di tanganku
“Lain kali perhatikan rambu-rambu lalu lintas. Ini Jalan satu arah, kendaraan harus memutar lewat jalan depan. “ Ujar Pak Polisi seraya mengembalikan SIMku dan bergegas pergi.
Lho, pak polisi itu aneh banget. Ga ditilang nih? Tapi untunglah kalau ga ditilang. Ucapku dalam hati seraya menyalakan mesin mobil dan melanjutkan perjalanan menuju kantor.


***
“Mas, kamu jadi berkunjung ke rumah malam ini?” tanya Ika ketika ku antar dia pulang ke rumah. Ika itu sekretarisku, kami berpacaran sejak 1 tahun yang lalu.
“Insya Allah, Dek. Sesuai rencana kita minggu lalu. Malam ini aku akan berbicara dengan Papamu. Papa ada di rumah kan, Dek?” kataku sambil memarkir mobil di depan toko Kue.
“Iya Mas, Papa ada di rumah. Dia lagi libur” ujar Ika seraya membuka pintu mobil.

***
“Mas, itu Papa lagi baca koran di teras” ucap ika seraya menunjuk sosok pria paruh baya yang duduk di teras.
Aku hanya terdiam berusaha menutupi rasa takut dan ragu yang mendadak menyerangku. Ku langkahkan kakiku keluar mobil dan menuju pria paruh baya itu.
“Selamat malam, Pak.” Sapaku sampai di teras.
“Malam, Nak Adi” jawabnya. Suara itu terasa tak begitu asing di telingaku dan aku hanya diam tertunduk tak berani menatapnya.
Papa Ika adalah polisi yang hampir menilangku pagi itu dan beliau akan menjadi mertuaku.

--------------------------
Jumlah kata : 388

Dok : Pirbadi
Terinpirasi dari keseharian Papaku.. Beliau yang baik hati dan bijak setiap kali menghadapi para penggendara yang melanggar lalu lintas. Love U Pah ^^


Noviawahyudi - 240513

8 comments:

  1. wkwkw keren mbak tulisannya ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kunjungannya mbak ^^...

      makasih juga pujiannya,,lebih suka sih dikasih masukan..hehe

      Delete
  2. masukan apa ya? klo twist ini juga udah dapet mbak,, tetep semangat aja mbak :)
    salam kenal mbak novi..
    eh tapi papanya klo nilang saya , damai ya mbak *digetok* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya barangkali ada yg kurang mbak...
      maklum aja masih neubie di FF...hehe
      Salam kenal juga mbak Sari...

      Wani piro mbak? Haha...
      papa udeh ga di ditlantas mbak, jadina ga akan nilang :p

      Delete
  3. udah firasat kali mba, caloon yg di tilang tsb adalah calon menantu, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan firasat mas.. tapi emang bapak tau kalau itu calon mantunya...hihi *maksa*

      makasih kunjungannya mas ^^

      Delete
  4. moga2 kalo lagi ditilang ketemu papanya *lho kok malah ngarep ditilang*

    ReplyDelete
    Replies
    1. bhuahaha... papanya udeh ga tugas diditlantas..

      makasih kunjungannya ya ^^

      Delete

Please kindly write your comment... Thanks in advance for comment ... wishes my blog inspire you... ^^ |

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...