Monday, May 13, 2013

Usia 23 Tahun : Keluar dari Zona Aman


Kiri : ruangan dikantor pertama, tengah : ketika pelatihan di Bangkok, kanan : saya menjadi PNS
 
Jujur, saya tidak begitu ingat apa yang terjadi di usia 23 tahun. Akhirnya saya memutuskan untuk melihat akun facebook, buat saya social media merupakan pengingat ketika saya lupa. Jadi, jangan heran kalau saya suka banget check-in di foursquare (lho? apa hubungannya? makin random, hehe). Intinya salah satu fungsi social media dalam kehidupan saya adalah sebagai pengingat (entah itu peristiwa penting ataupun sekedar tempat yang saya kunjungi).


Back to topic, usia 23 tahun saya lewati dengan keluar dari zona aman pekerjaan. Selang beberapa hari setelah wisuda di Tahun 2007, saya mendapatkan pekerjaan sebagai junior accounting di salah satu perusahaan multinasional. Perusahaan tersebut baru membuka representative office di Jakarta. Saya banyak sekali mendapat pengalaman di perusahaan ini. Selama bekerja di sini, saya tidak memiliki posisi pekerjaan yang pasti karena saya mengerjakan semua pekerjaan office. Awalnya saya mengerjakan pekerjaan sebagai junior accounting yang merangkap sebagai sales admin


Tahun 2008, banyak hal yang berubah dan masalah internal datang silih berganti di perusahaan. Sehingga saya mengerjakan seluruh pekerjaan office selain accounting karena sekertaris direksi yang merangkap general affair & HRD resign dan senior accounting juga ikutan resign. Akhirnya di tengah kegalauan akut karena harus mengerjakan semua sendiri, saya tetap memilih untuk berpikir positif dan menjalankan semaksimal mungkin. Ingat nasihat sahabat saya "ga apa neng sulit di awal, pastinya itu akan jadi pelajaran dan lu bakal lebih pintar neng" (Thanks to Babeh Soerachmat)

Selama periode 2007 - 2010, saya bekerja layaknya office manager dengan gaji staf. Saya tetap bertahan di sini karena saya anggap ini semua pembelajaran yang baik untuk ke depannya. Dalam tahap ini, saya bersyukur diberikan kepercayaan oleh pihak head office di Jerman untuk mengurus segala keperluan perusahaan dan berhubungan dengan pihak luar.

Zona aman yang saya dapatkan disini adalah saya sudah menjadi pegawai tetap dengan kepercayaan penuh dari HO. Sehingga atasan langsung saya bukan Direktur Utama melainkan langsung dari HO. Kalau dibandingkan dengan perusahaan lain yang sekelas dengan perusahaan ini, saya bukanlah apa-apa (saya hanya lulusan Diploma 3). Gaji memang minim tapi saya bisa mengembangkan knowledge, belajar bagaimana perusahaan diaudit bahkan belajar mendirikan perusahaan dari sini. Tapi saya memutuskan untuk resign di Tahun 2010 di usia saya yang ke 23 tahun

Jujur, saya memang tidak suka mencari pekerjaan lain karena saya sudah nyaman bekerja di sini. It's my passion, to do as accounting. Tapi saya juga sudah tidak tahan dengan suasana kerja yang berubah menjadi perusahaan keluarga (perekrutan karyawan berdasarkan kampung halaman atau kekeluargaan, jauh berbeda dengan kondisi awal saat saya bergabung disini - ini adalah kondisi ketika saya tinggalkan, kalau kondisi sekarang tidak tau karena sudah ganti Dirut). Suasana kerja mulai tidak profesional. Meski pihak HO menahan saya untuk resign dan menawarkan kenaikan gaji, tapi semuanya saya tolak mentah-mentah. Karena saya juga sudah menerima pinangan dari perusahaan multinasional lain, yang pasti benefit dan situasi kerjanya lebih nyaman buat saya.

Usia 23 tahun, saya keluar dari zona aman dan memulai pekerjaan dari nol lagi. Hampir sama dengan perusahaan sebelumnya, baru membuka representative office di Jakarta dan my job is all of office jobs (all in one).  Meski pekerjaannya lebih berat dari sebelumnya karena pemasaran barang lebih sulit dan saya harus membangun sistem akuntansi dari nol. Tapi saya sangat menikmatinya bahkan saya dikirim ke bangkok untuk pelatihan akuntansi. 

Keputusan keluar zona aman ini pula yang akhirnya mengantarkan saya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena merger  di perusahaan kedua, saya memutuskan untuk jadi PNS. Setidaknya sekarang saya sudah menemukan zona aman yang baru. Meski banyak cibiran terhadap PNS tapi saya yakin bisa memberikan image yang baik kepada masyarakat. Dimulai dari diri sendiri, berusaha memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. ^^
 
Berhubung saya tidak tau secara personal mengenai mbak Ayu Citraningtias .. Usia 23 tahun bukan lagi usia remaja (lha emak-emak juga tau, maaf, hehe), Semoga di usia 23 tahun menjadi umur yang berkah dan barokah. Semoga apa yang menjadi harapan dan impiannya bisa terwujud. Aamiin




10 comments:

  1. Replies
    1. kayanya GA banyak ngingetin kenangan mbak...
      beberapa kali ikutan karena ceritanya mengalir gitu aja mbak..


      giliran lomba yang serius malah susah banget.. mungkin karena ga mengalami kejadian yang sebenarnya.. *maksa*

      Delete
    2. Iyoyo...habis kalo GA rata2 buku hadiahne

      Delete
  2. Ndak peduli apa kata orang yang penting kita kerja hala ya mabk.. saya juga masih di dalam zona kenyamanan saya, entah sampai kapan :|

    terima kasih mbak sudah berbagi dan ikutan GA saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, sing penting halal..
      tunggu ada yang nawarin kenyamanan baru mbak..hehe

      sama2...^^

      Delete
  3. aku 23 tahun ngapain ya? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayooo diinget2 mbak...hehe

      aku aja keingetan pas liat "about" di FB..haha

      Delete
    2. makasih kunjungannya mbak ^^

      Delete
  4. Usia 23 tahun ya? Hadoooh, itu usia pas banyak cobaaan. :))
    Eh, suka K-drama jugak? Sama dong kita...... *sok nyama-nyamain*

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah,,coba diceritain cobaannya mbak..hehe

      iya,suka tapi belakangan ga ada waktu nonton..hiks hiks

      makasih kunjungannya ^^

      Delete

Please kindly write your comment... Thanks in advance for comment ... wishes my blog inspire you... ^^ |

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...