Showing posts with label Give Away. Show all posts
Showing posts with label Give Away. Show all posts

Friday, January 24, 2014

Berawal dari Cinta Monyet dan berakhir dengan #PerjanjianYangKuat

"Lama juga ya kalau dari SMP."
Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan orang-orang yang menanyakan berapa lama saya kenal dengan suami. Saya dan suami memang kenal dari SMP, meski tidak pernah satu kelas, tapi kami memang sempat pacaran di akhir kelas 3 SMP (ceritanya masih cinta-cintaan alias cinta monyet, tapi kami bukan monyet lho! hehe).

Kalau ditanya mengenai perkenalan pertama kami, jujur saya lupa, haha. Pernah tanya ke suami untuk menyakinkan bahwa saya tidak lupa perkenalan pertama kami, tapi suami jawabnya malah beda (nah lho! ternyata keduanya malah lupa, mari dilupakan, haha). Jadi, moment yang saya ingat adalah saya pertama kali kenal dengan suami ketika saya dan pacar (yang kebetulan teman sekelasnya suami, haha) beserta teman-teman sepermainan berkunjung ke rumah suami. Waktu itu saya mah tidak ngelirik suami sama sekali, wong saya lagi asyik pacaran, haha.

Menjelang kelulusan SMP, sekolah mengadakan acara pelepasan di Yogyakarta. Saya dan suami ikut acara tersebut, tapi pacar saya dan pacarnya suami tidak ikut. Bisa jadi disinilah timbul percikan-percikan aneh, karena masih sama-sama punya pacar, jadinya itu percikan aneh dicuekin. Pulang dari Yogyakarta, kami memang dekat tapi tahu diri juga karena punya pacar, sebatas teman tapi mesra (namanya juga masih abegeh labil, hehe). Anehnya, setelah pengumuman kelulusan, kami malah putus dengan pacar. Disinilah awal kedekatan kami. Pacaran cinta monyet tidak terlalu lama karena beda sekolah. 

Monday, October 21, 2013

Ketika Rumah Sakit menghantarkanku ke Penghulu (Kisah Pernikahanku)

Saya dan suami sudah mengenal satu sama lain semenjak kelas 3 SMP. Sempat pacaran tapi tidak lama karena kami berbeda sekolah, aku memilih sekolah di SMEA dan suami di SMA. Entah memang kami berjodoh atau memang suatu kebetulan, kami dipertemukan kembali setelah kurang lebih 1 tahun tidak berkomunikasi semenjak berbeda sekolah. Kami mencoba memulai hubungan kembali tapi sayangnya hubungan kami tidak berjalan lancar. Kami kembali tidak melakukan komunikasi bahkan saya mencoba untuk tidak kembali mengingatnya. Tapi Allah menggariskan lain, lagi-lagi tanpa sengaja kami bertemu kembali. Saya mencoba untuk membuka hati kembali, namun sayangnya suamiku sedikit berhati-hati (barangkali masih trauma dengan dua kejadian sebelumnya). Kali ini pendekatan lebih lama dibandingkan dengan dua hubungan sebelumnya, sampai akhirnya suamiku memutuskan untuk memulai kembali hubungan kami. 

Wednesday, May 22, 2013

Kado ulang tahun : DOA

Kemarin sudah berkunjung ke blognya Bunda Vania tapi belum sempat meninggalkan jejak. Awalnya mau ikutan Give awaynya tapi persyaratannya adalah celoteh anak dengan kisaran umur 2 - 6 tahun, karena belum membaca postingan secara keseluruhan. Jadilah saya memutuskan untuk tidak ikut meramaikan karena usia Arfan baru 1 tahun 3 bulan dan belum bisa bicara banyak apalagi celoteh, dia baru bisa panggil Ayah saja, hehe. Ternyata setelah saya baca secara keseluruhan, tidak harus anak sendiri tapi bisa juga dari celoteh anak lain. Tapi ya ini sudah mempet banget dengan deadline, tak apalah the last but not least, hehe. Lho kok malah jadi OOT (out of topic).

Untuk mengikuti give away ini, saya akan menceritakan celoteh keponakan perempuan saya yang bernama Icha. Akhir bulan mei ini Icha akan berusia 7 tahun. Menurut saya, Icha itu memang anak yang pintar. Kata-kata yang keluar dari mulutnya terkadang ajaib untuk seusianya.


Monday, May 13, 2013

Usia 23 Tahun : Keluar dari Zona Aman



 
Jujur, saya tidak begitu ingat apa yang terjadi di usia 23 tahun. Akhirnya saya memutuskan untuk melihat akun facebook, buat saya social media merupakan pengingat ketika saya lupa. Jadi, jangan heran kalau saya suka banget check-in di foursquare (lho? apa hubungannya? makin random, hehe). Intinya salah satu fungsi social media dalam kehidupan saya adalah sebagai pengingat (entah itu peristiwa penting ataupun sekedar tempat yang saya kunjungi).

Tuesday, May 7, 2013

Arti Nama Anak - Give away

Setelah beberapa kali kunjungan ke blog Enny Mamito dan melihat postingan milik si Mami. Beberapa kali ubek-ubek blognya mami sampai keder, hehe (mulai lebay). Saya jadi tertarik dengan labels All About Zidan. Kenapa eh kenapa saya tertarik dengan postingan tentang Zidan (anaknya Mami). Karena eh karena cerita mengenai keseharian anak itu memang bisa menghasilkan berbagai macam ekspresi bagi si pembaca (Saya pribadi lebih sering senyum dan nyengir-nyengir ga jelas ketika baca artikel di labes itu, maklumlah saya agak gemes dengan si abang Zidan ini, karena gembil dan tembem banget. Jadi kebayang gimana Arfan besar nanti, mungkin kaya abang Zidan, hehe).

Dari semua artikel dalam labels All About Zidan, saya suka sekali dengan artikel Kayak Nama Bule. Dalam artikel ini, Mami menceritakan latar belakang penamaan abang Zidan. Saya setuju dengan kalimat Mami : "Bukankah nama anak merupakan harapan & doa dari orangtuanya". Sebagai orang tua, kita memiliki harapan mengenai masa depan anak nantinya. Harapan ini pula yang mendorong orang tua selalu memanjatkan doa untuk anaknya (Tanpa perlu diminta, orang tua pasti mendoakan anak-anak mereka). Oleh karena itu, Nama yang memiliki arti baik merupakan awalan dari harapan orang tua (Hal itu pula yang mendasari saya menamai anak saya Arfan Alkhalifi Virendra-arti sebuah nama).

Thursday, May 2, 2013

Narsis, situ okeh?

Dalam kunjungan blogwalking ke blog emak Evi Indrawanto. Saya memilih kategori JURNAL TENTANG AKU, ANAK & KELUARGA. Entah mengapa mata saya langsung tertuju pada artikel Narsisis ijinkan saya bicara. Mungkin karena saya juga dulunya tergolong dalam kategori "narsis akut", jadilah saya penasaran dengan isi artikelnya.

Bener kata emak Evi Indrawanto, sebenarnya narsisis itu merupakan gangguan psikologis. Entah mengapa para pencinta social media sering kali menggunakan istilah bahasa yang tidak pada tempatnya, dari kata "narsis" hingga "autis". Narsis seringkali di identikkan dengan sikap seorang pengguna social media yang mengunggah fotonya dalam setiap kesempatan.

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, saya itu dulunya "narsis akut". Saya acap kali mengunggah foto ke social media, tidak mengenal waktu ataupun tempat. Meski sering dikomentari, saya tak bergeming. Saya tetap cuek mengunggah foto-foto narsis saya. Bahkan beberapa temen ada yang bilang kalau saya jagonya narsis menggunakan Handphone (meski memfoto sendiri dengan kamera handphone, hasil jepretannya bagus lho!! hehe). Sampai pada akhirnya saya merasakan kebosanan dan malu. Bosan karena album difoto Facebook sudah 3 edisi (Full) dengan berbagai macam pose yang itu-itu saja. Malu karena status sudah berubah jadi engaged (yang artinya sebentar lagi jadi istri orang), masa masih kaya orang single saja. (IMHO).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...