Tuesday, November 26, 2013

Bahaya menyeberang sembarangan

Tadi pagi ketika berangkat menuju ke kantor, ada pengendara motor terjatuh di depan senayan JCC. Sepertinya si pengendara motor keseleo, bisa juga patah, posisi motor melintang di separator TransJakarta (TJ). Untungnya saat itu tidak ada TJ yang melintas, karena dia terjatuh di jalur lintasan TJ. Penyebab si pengendara motor terjatuh adalah rem mendadak karena ada yang menyeberang jalan. Padahal ada JPO alias Jembatan Penyeberangan Orang tapi tidak digunakan karena memang si penyebrang itu salah jalur dan tidak mungkin menyeberang menggunakan JPO.

Seringkali yang muncul dalam berita adalah penyeberang jalan yang ditabrak oleh kendaraan bermotor bahkan TJ, wajar sih karena mereka adalah "korban". Tapi yang jadi pertanyaan buat saya adalah "Apakah itu semua murni karena kelalaian si Pengendara?". Saya sebagai pengguna jalan seringkali mendapati "korban" yang tidak hati-hati dalam menyeberang (seperti artikel yang pernah saya tulis mengenai Joki 3 in 1, Joki itu mendadak di tengah jalan tanpa perduli keselamatannya dan pengguna jalan lain). 


Seperti kejadian tadi pagi, bukan bermaksud menyalahkan salah satu pihak. Tapi jika semua orang waspada dan berhati-hati pastilah tidak akan terjadi. Dari pengamatan saya, si pengendara motor terjatuh dalam posisi telentang dan sebelumnya ada dua orang yang melintas di tengah jalan (alias si penyeberang). Saya berasumsi bahwa dua orang penyeberang ini diturunkan di jalur TJ oleh pengemudi bis, ketika akan menyeberang lewatlah si pengendara motor. Karena kaget tiba-tiba ada yang menyeberang dan motor melaju dengan kencang, akhirnya pengendara motor mengerem mendadak. Saya pernah mengalami hal serupa, langsung deh motor berhenti, ban selip dan jatuh terguling-guling (tapi tidak separah si pengendara tadi, cuma ya tetep aja keseleo "sakit" -_-). FYI, sepanjang jalan semanggi menuju DPR memang lenggang tiap pagi, sehingga para pengendara acap kali memacu kendaraannya dengan cepat (saya juga demikian, biasanya 40-60 km/jam, kalau di jalur itu bisa 80-100 km/jam, hehe).

Menyeberang sembarangan bukan hanya berimbas terhadap si penyeberang tetapi juga terhadap pengguna jalan lain. Seringkali pihak pengendara menjadi pihak yang bersalah dalam kejadian ini karena kurang hati-hati, padahal dalam beberapa kasus yang terjadi, ternyata kesalahan awal adalah "korban" menyeberang sembarang. Namun, namanya pengendara pastilah disalahkan karena kelalaian dalam berkendara. Seperti yang seringkali kita lihat di daerah Glodok, penyeberang tidak menggunakan JPO, alasannya malas. 

Berkaca dari kejadian yang menimpa pengendara motor tadi pagi, berikut adalah tips dari saya untuk menyeberang dengan aman :
  1. Utamakan menyeberang di tempat yang telah disediakan, yaitu JPO ataupun Zebra Cross
  2. Perhatikan rambu lalu lintas terutama ketika menyeberang di kawasan traffic light.
  3. Seringkali bis menurunkan penumpang seenaknya, kadang di tengah jalan, kadang di jalur TJ, kadang juga belum berhenti sempurna. Oleh karena itu, sebaiknya tidak langsung menyeberang jalan, berhenti sejenak sambil mengamati kondisi lalu lintas sekitar. 
  4. Mintalah bantuan polisi ataupun warga sekitar jika Anda tidak dapat menyeberang sendiri.
  5. Jangan pernah menyeberang sambil berlari, berjalan biasa (tidak cepat tapi juga tidak pelan).


Nah, kalau penyeberang sudah menyeberang dengan aman. Tinggal pengendara yang harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berkendara. 

Semoga tipsnya bermanfaat ^^

24 comments:

  1. Ah.. saya masih takut nyeberang jalan, walau kadang karena terpaksa di bisa-bisain aja, angkat tangan tinggi-tinggi.. trus jalan deh sambil celingak-celinguk..
    Kadang juga ada pengendara yang tidak mau menghentikan atau memelankan kendaraannya.. itu yang bikin saya sebel... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang penting hati-hati dan menyeberang pada tempatnya, Mak

      nah, itu saya juga sebel. hehe

      Delete
  2. ini nih yang bikin susah, disalahin gk mau toh jelas2 udah salah nyebrang sembarangan. pas kena tabrak malah nyalahin orang yang nabrak. Kalo gk mau ditabrak jangan nyebrang sembarangan, tapi kalo masih nyebrang sembarangan berarti dia berani tanggung resiko :D
    jadi jangan salahkan yang nabrak dong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, betul banget tuh, Mas.

      wong ada JPO dan zebra cross, eh malah nyelonong bae --"
      belum lagi seringkali banyak yang diturunkan di pinggiran tol, lha emang tol boleh menaikkan dan menurunkan penumpang *sigh*

      Delete
  3. kalo di daerah saya, jika mau menyebrang, selalu harus tergopoh2 padahal sudah nyebrang di zebra cross. Pengendara sering tak memberikan jalan utk penyebrang menyebrang jalan hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Mak.
      Kalau yang ini salahkan si pengendara, wong kita udah menyeberang di tempatnya, tapi ga sabar --"

      mungkin harus pakai traffic light, Mbak ^^

      Delete
  4. itulah orang indonesia mbk,kadang kita yg nyebrang hati2 banget,,,malah yg ugal2n yg berkendara...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget, Mbak.

      Saking ga jelasnya, sampai ga bisa "apple to apple" bikin perbandingannya. Maksudnya "bela" pengendara disisi ini, ternyata harus "bela" penyeberang disisi lain. hehe

      yang penting waspada, Mak

      Delete
  5. Aturan itu dibuat kan sebenernya emang untuk memudahkan yah mbak, tapi ternyata masih banyak yg nggak pikir panjang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Mak.

      karena nyari yang praktis tapi ga memikirkan keamanan diri sendiri dan pengguna jalan lain --"

      Delete
  6. nice post , , ,
    salam kenal . . .
    ditunggu kunjungan baliknya , , ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah dikunjungi balik.

      salam kenal juga :)

      Delete
  7. dan alangkah lebih baiknya selain menaati tata tertib di jalan,sebelum bepergian jangan lupa untuk selalu berdoa
    tfs Mak...salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, Mak.

      Iya, salam kenal juga, Mak

      Delete
  8. Sebaiknya memang dibuatkan JPO diberbagai titik keramaian. Kendaran bermotor sekarnag seperti tidak punya rem, pun untuk penyeberang jalan, sebaiknya mematuhi peraturan *

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, tapi pas ada JPO, malas naik tangganya, Mak. haha

      Delete
  9. penyebrang dan pengendara harus sama-sama waspada ya mbak

    ReplyDelete
  10. keselamatan harus menjadi konsern semua pihak, salah satu saja yg meleng, kemungkinan besar kecelakaan terjadi, meski pihak yg lain sudah cukup hati2...

    ikut gemes sama penyeberang sembarangan itu mak...
    duh kasian pengendara motornya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Mak

      iya, saya juga sebel banget sama penyeberang itu

      Delete
  11. Jadi kita harus hati-hati untuk menyebrang jalan ..

    Follow blog saya ya
    http://infoejaman.blogspot.com/
    :)

    ReplyDelete

Please kindly write your comment... Thanks in advance for comment ... wishes my blog inspire you... ^^ |

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...