Tuesday, April 16, 2013

Sekitar Rumahku : Pohon Kapuk & Banjir

Meski ga ikutan lomba blog #8minggu ngeblog. Tapi saya jadi terinspirasi menulis dengan tema "sekitar rumah". Pengennya sih ikutan lombanya, tapi karena sudah telat dan saya juga masih amatir, jadinya belum pede kalau harus bersaing dengan blogger lain yang kreatif dan sangat inspiratif.hehe.

Tepatnya setahun yang lalu, kami sekeluarga menempati rumah ini. Kalau tidak salah ingat, seminggu sebelum Arfan lahir. FYI, saya menumpang dirumah mama karena belum mampu beli rumah sendiri (jadi malu neh masih numpang,hehe). Jadilah yang tinggal disana papa, mama, adek saya dan keluarga kecil saya (saya, suami dan Arfan). Saya menempati rumah ini terlebih dahulu karena kondisi kehamilan saya kurang baik sehingga mama menyarankan untuk pindah duluan. Saat itu, kondisi rumah belum selesai dibangun, hanya kamar tidur saya yang sudah selesai direnovasi, sedangkan bagian lain rumah masih dalam tahap pengerjaan. Lho kok malah jadi cerita dalam rumah, ini kan topiknya "sekitar rumah".. :D

Back to the topic, ada 2 hal menarik di sekitar rumah saya. Pertama, pohon kapuk yang tumbuh di samping rumah menurut orang sekitar ada "penunggu"nya (hiyyy..atut) dan kedua yang selalu ramai diperbincangkan ketika hujan adalah banjir.


Pada saat rumah ini dibeli, kondisinya adalah rumah tua dengan tanah kosong disampingnya. Tanah kosong itu dinaungi pohon kapuk besar. Konon katanya ada "penunggu" kasat mata di pohon ini.  Berhubung pohon kapuk tersebut tidak termasuk dalam ukuran tanah rumah ini, jadilah kami tidak bisa menebang pohon ini. Kami hanya memangkas ranting-ranting pohon yang mengarah ke rumah. Setelah itu, kami menembok tinggi tanah kosong itu.

Setahun lebih kami menempati rumah ini dan Alhamdulillah kami tidak pernah mendengar suara-suara aneh ataupun melihat sesuatu dipohon itu (tapi ya amit-amit, jangan sampai deh..hehe). Meskipun pernah beberapa kali tetangga bercerita bahwa mereka melihat ada sesuatu yang terbang dari pohon kapuk tersebut ke arah pohon nangka diseberang jalan (hiy, makin horor aja ceritanya T,T). 

Bulan Oktober tahun lalu ada kejadian yang buat kami antara percaya dan tidak. Mamaku jatuh dari balkon lantai 2 (sebenarnya sih bukan balkon tapi saya bingung harus sebut apa, pokoknya bagian luar jendela). Sabtu pagi suasana menjadi riuh karena terdengar bunyi sesuatu jatuh dan mama memanggilku. Ketika saya melihat ke samping rumah, mama duduk telentang dibawah dan meringis kesakitan. Sayapun bergegas memanggil suami untuk membangunkan mama. Kami lantas memanggil tukang pijat, menurut tukang pijat "ini si mama didorong sama penunggu kapuk". "Mungkin mama pas lagi nyapu diatas ga sengaja nyenggol si penunggu, jadilah si penunggu marah dan dorong mama", terang si tukang pijat. kwakwawwwww, Saya dan suami hanya manggut-manggut mendengarnya, antara percaya atau tidak. Lain waktu, mama di pijat di daerah cipete, disana mama minum kopi hitam (mama mana pernah minum kopi, suatu permintaan yang aneh --'). Lagi-lagi kami mendapat cerita yang sama. Jadi, apakah si penunggu yang mendorong mama? Wallahualam.

Buat saya, yang terpenting mama tidak apa dan sekarang sudah bisa melakukan aktifitas normal. Alhamdulillah tidak ada patah tulang, tapi mama seperti keseleo dan karena sudah berumur, jadilah proses recoverynya lebih dari 1 bulan (sampai sekarang mama masih rutin pijat sebulan sekali, karena bekas jatuh itu kadang masih terasa sakit).

Btw, pengen banget masukkin foto pohon kapuknya, tapi belum sempet foto, nanti sajalah saya update lagi ^^..


Banjir merupakan pemandangan yang khas disekitar rumahku ketika curah hujan tinggi. Kawasan rumah saya memang langganan banjir, selain karena ada kali kecil di dekat rumah, kawasan ini juga ada didataran rendah. Banyaknya warga yang buang sampah di kali makin memicu banjir. eh eh tapi rumah saya ga banjir lho, karena posisinya sudah lebih tinggi dari jalan, jadi yang banjir jalanannya saja, hehe.

Bisa dibilang, saya memang terbiasa dengan banjir, malahan saya pernah mengalami banjir parah dirumah sebelumnya. Meski begitu, tiap kali banjir datang, mama masih trauma, jadinya suka gemeteran gitu. Apalagi si adek, pernah sekali waktu ketika hujan deras melanda, adek yang sedang tidur siang tiba-tiba bangun dan mau pindahin motor --" (dirumah sebelumnya, tiap kali banjir, adek memindahkan motor ke tempat yang lebih tinggi).

Untuk mengantisipasi banjir, warga melakukan kerja bakti setiap minggu. Tapi ya kembali lagi, warga lainnya masih banyak yang kurang peka, masih banyak yang buang sampah. Bahkan ada beberapa rumah yang tidak memiliki tampungan limbah rumah tangga alias spiteng, jadilah makin tercemar saja itu kali --".

Kalau disekitar rumah saya ada pohon kapuk berpenghuni dan banjir, bagaimana dengan rumah anda??


Semoga artikelnya bermanfaat ^^

6 comments:

  1. horor banget rumahnya mak. ditunggu cerita tentang pohon kapuk n penampakannya hehehe kali aja pas photo si penunggu ikutan narsis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. rumahnya ga horor mbak.. tapi pohonnya..hehe

      ga berani ah,,ntar malah didatengin..hiyyyyy

      makasih dah berkunjung mak

      Delete
  2. waaah cerita pohon kapuknya seruuuu, pengen denger cerita yang lain lagi. Ayo mbaaa segera diaplod foto pohonnyaa ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. cerita pohon kapuknya sekian saja mbak.. takut..hehe

      siap...asap deh :D

      Delete
  3. Replies
    1. Ini lagi dikumpulin mak...
      pengennya sih saya jual pohonnya sekalian..haha...
      Makasih udeh mampir mak

      Delete

Please kindly write your comment... Thanks in advance for comment ... wishes my blog inspire you... ^^ |

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...