Tuesday, October 28, 2014

Cemal cemil Cimol

Siapa sih yg tak kenal dengan cimol? Makanan khas Jawa Barat yg berasal dari tepung kanji. Saya sangat menyukai makanan ini semenjak hamil Arfan. Awalnya sih saya tidak suka dengan makanan yg berasal dari tepung kanjing, sebut saja cireng ataupun cilok. Tapi pas hamil Arfan, semuanya suka, mungkin karena itu pula Arfan jadi doyan makan apa aja :D.
Cimol adalah makanan ringan yang dibuat dari tepung kanji. Cimol berasal dari kata (Bahasa Sunda aci digemol), yang artinya tepung kanji dibuat bulat-bulat. Cimol biasanya dijual di pinggir jalan. Cara membuatnya, adonan tepung kanji dibuat bulat-bulat, kemudian digoreng. Biasanya, cimol dimakan dengan bumbu-bumbu tambahan (istilahnya semacam seasoning). Kalau digigit, rasanya memang agak kenyal-kenyal. Paling enak jika dimakan hangat-hangat (Sumber : Wikipedia)
Di antara cireng, cimol dan cilok, saya paling suka sama cimol. Kenapa eh kenapa? Karena cimol rasanya kenyal-kenyal dan rasanya tergantung selera (seasoning). Tapi sayangnya cimol tidak mudah ditemukan di Jakarta. Kalo cireng ataupun cilok mudah sekali ditemukan di Jakarta, apa lagi sekarang lagi booming  banget cilok (sampai ada penjual yg nulis "cilok rasa baru" di gerobaknya, padahal rasa sama aja :p). Sama halnya dengan cilok, cireng sangat mudah ditemui, hampir semua penjual gorengan menjual cireng. Kalau menginginkan rasa cireng yg sedikit berbeda, tinggal pesen online cireng Bumbu Rujak.

Balik lagi ke cimol yang agak sulit ditemukan di Jakarta. Beberapa bulan lalu, saya masih dengan mudah menemukan pedagang cimol. Di depan gang Rumah, ada kios penjual cimol dan stick kentang dengan bumbu keju, tapi entah kenapa sekarang sudah tutup. Jadi, saya kehilangan si cimol (lagi), hiks hiks. Dari waktu hamil Arfan sampai hamil kedua yang sekarang, saya itu suka banget cimol. Kalau kata orang, ngidam cimol, makanya anaknya bulet-bulet seperti cimol, hehe. Nah, kalau lagi kepengen banget dan saya tidak tahu harus beli dimana. Saya sudah berusaha mencari di beberapa sekolah tapi tidak ketemu juga (Niat banget ini :D). Dan akhirnya bulan lalu, saya ketemu juga sama cimol. Bulan lalu, ketika saya sedang melihat peta booth Festival Kuliner Bekasi di Summarecon Mall Bekasi, saya melihat ada booth cimol. Hooray...Rasanya seperti menemukan harta katun (lebay).

Aku padamu, Cimol *kecups*

Pucuk dicinta ulampun tiba, beberapa waktu lalu, groupon Disdus menjual voucher diskon untuk pembelian cimol dengan merek cemil cimol. Aihh, Ternyata ada juga yang jual cimol online, Alhamdulillah ya sesuatu. Akhirnya saya beli juga itu si cimol. Sayangnya, cimol tidak ready alias harus pesan dulu sehari sebelumnya (minimal). Meskipun harus menunggu, saya tetap langsung WhatsApp si admin cemil cimol. Tak lama berselang, admin membalas WhatsApp saya dan memberitahukan bahwa pemesanan untuk hari Kamis karena Selasa dan Rabu sudah penuh. Saya tetap menunggu hari kamis.

Hari yang ditunggupun datang, cimol sudah dikirim ke rumah. Awalnya saya agak kecewa ketika mendapati cimol tak seenak biasanya, padahal saya sudah mengikuti intruksi memasak di labelnya. Namun, ternyata selidik punya selidik, rasa tak enak itu disebabkan "Saya kelamaan goreng si cimol", Haha (siap ditimpuk cimol sama admin cemal cemil).

Berikut cara memasak Cimol :

  1. Taburi cimol dengan sagu
  2. Masukkan cimol ke dalam minyak goreng hingga tenggelam (gunakan minyak secukupnya)
  3. Goreng dengan api kecil hingga cimol menggambang, jangan memasak cimol dengan keadaan minyak goreng mendidih. Api dinyalakan setelah semua cimol dimasukkan kedalam wajan.
  4. Masaknya jangan terlalu lama (kalau dalam intruksinya 4-7 menit tergantung banyaknya cimol, tapi ya jangan terpaku juga dengan 4-7 menit. Kalau memang sedikit, cukup tunggu hingga cimol menggambang)
  5. Jika cimol ditaruh di lemari es, angin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditaburi sagu 

Ceritanya tuh kemarin sok tahu dan sok ikutin petunjuk 4-7 menit. Jadinya tidak menyadari kalau cimolnya kecoklatan dan hasilnya agak keras. Ketika saya menggoreng kembali dengan cara diatas, cimolnya masih agak putih dan hasilnya kenyal-kenyal enyak.

kiri : cimol bumbu barbeque | kanan : cimol mentah

Pastinya cemal cemil cimol enyak bingits. eh, di Groupon masih ada diskon ga ya? mau beli lagi ah, hehe

Selamat menikmati Cimol ^^

14 comments:

  1. Jajanan masa kecil alias waktu SD hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kan juga masih kecil, Mak *eh* :D

      iya, jajanan jaman dulu malah bikin kangen :D

      Delete
  2. cimol dan cireng, saya suka dua2nya :)

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. iya, mak. Makanan kesukaan semua (lebay), hehe

      Delete
  4. Ya hamsyooong, cimol pun sudah bisa dipesan online. Kereen banget deh. :D

    Saya juga suka ci ci khas Jabar. Soale enak kabeh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa sih yg ga bisa dipesan online sekarang ini? hehe

      emang enak bingits :D

      Delete
  5. saya pikir cimol atau cireng itu adonannya mirip pempek dos ya mbak, hanya bentuknya aja yang beda, soalnya saya belon pernah nyicip :D (klo pempek dos mah hampir tiap hari) hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. pempek dos apa ya, mbak? saya malah ndak tau, hehe.

      Delete
  6. Mauuuuu..tapi males bikinnya. kalo pulang kampung sodaraku yg belakang rumah suka bikin cimol

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga belinya online, Mbak. tinggal goreng aja, hehe

      Delete

Please kindly write your comment... Thanks in advance for comment ... wishes my blog inspire you... ^^ |

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...