Tuesday, June 14, 2016

Pembuatan Akte Kelahiran di Jakarta Selatan

Ini pertama kali saya membuat dan mengurus akte kelahiran anak. Akte Kelahiran kedua anak sebelumnya diurus melalui Rumah Sakit tempat saya bersalin. Saya dan Suami tidak sempat mengurus sendiri, makanya kami memilih untuk mengurus di Rumah Sakit. Sayangnya, kali Ini kami terpaksa mengurusnya sendiri karena menurut pihak RS, mereka tidak bisa membantu pembuatan akte kelahiran khusus wilayah Jakarta Selatan (Kalau wilayah Jakarta lainnya bisa diurus di RS). 

Meski dua akte kelahiran sebelumnya diurus RS, saya dan suami tetap mengurus sendiri ke Kantor Lurah untuk penambahan anggota keluarga di Kartu Keluarga. Jadi, pihak RS hanya mengurus pembuatan Akte Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Jadinya, ketika saya mengurus sendiri semuanya, saya sedikit heran karena ternyata sekarang pengurusannya sekaligus (artinya saya cukup mengurus pembuatan akte kelahiran dan otomatis juga dibuatkan Kartu Keluarga (KK) baru dimana sudah ditambahkan anak yang baru lahir).

Pembuatan Akte Kelahiran
Akte Kelahiran
Untuk mengajukan pembuatan Akte Kelahiran, dilakukan di PTSP Kelurahan setempat. Seperti yang saya sudah bilang di paragraf sebelumnya, kalau harus mengurus KK baru sebelum mengurus Akte Kelahiran. Tapi sekarang keduanya langsung diurus di PTSP Kelurahan setempat. Dokumen pembuatan akte kelahiran dibuat dalam 2 rangkap. Dokumen yang diperlukan sebagai berikut:
  1. Surat pengantar dari RT dan RWsetempat
  2. Fotokopi KTP Suami, Istri dan 2 orang Saksi
  3. Fotokopi Buku Nikah / Akta Nikah
  4. Asli dan fotokopi Kartu Keluarga
  5. Asli dan fotokopi Surat Kenal lahir Dari RS/Surat Laporan kelahiran dari Bidan, puskemas atau Faskes lain.
  6. Foto 2x3 Kepala Keluarga sebanyak 4 lembar (Foto tidak perlu diserahkan ke PTSP, foto ditempelkan di KK baru)
Untuk fotokopi Buku Nikah, fotokopi semua halaman, minimal sampai dengan halaman yang ada stempel KUAnya. Asli surat kenal lahir dari RS diambil oleh pihak PTSP dan tidak dikembalikan, jadi jangan kaget ya (saya mah tadi kaget, jadinya sempet protes dan telpon teman yang tugas di DukCapil). Jadi, ada aturan baru yang mengharuskan pemohon untuk melampirkan asli surat kenal lahir. Menurut teman saya, pernah ada kejadian pemalsuan surat kenal lahir yang berakibat fatal dan masuk jalur hukum, makanya pembuatan akte kelahiran diperketat dengan melampirkan asli surat kenal lahir bukan hanya fotokopinya.

Setelah dokumen lengkap, pegawai PTSP memberikan tanda terima untuk nantinya digunakan saat pengambilan akte kelahiran. Proses pembuatan Akte Kelahiran memakan waktu 1 bulan, paling cepat 2 minggu (hari sabtu-minggu tidak dihitung). Sedangkan KK baru langsung dicetak saat itu juga untuk dibawa pulang karena harus ditandatangan Kepala Keluarga (dalam hal ini suami saya) dan Ketua RT setempat. Setelah itu KK baru dikembalikan ke PTSP lagi untuk ditandatangani oleh Lurah setempat. Dengan catatan Pak Lurah ada di tempat, kalau Beliau tidak ada, ya mending balik lagi esok hari untuk mengambil KK Baru yang sudah ditandatangani Lurah.

Saat ini, pelayanan masyarakat di DKI Jakarta memang terbilang mudah dan GRATIS (tidak seperti dulu, sudah pengurusannya ribet dan harus merogoh kocek pula). Berbagai macam pelayanan memang dilayani di satu tempat yakni PTSP. 
 
Ohya, meski status saya merupakan PNS Pemda DKI Jakarta, pelayanan di PTSP tidak tebang pilih, saya diperlakukan sama seperti warga lainnya, tidak diistimewakan. Jadi, kalau ada yang bilang prosesnya mudah karena saya PNS juga, itu penafsiran yang salah. Justru ketika mengajukan permohonan saya tidak membawa embel-embel PNS karena saya juga sedang cuti, jadi petugasnya juga tidak tahu kalau saya PNS, hehe.

Jadi, kalau pembuatan akte kelahiran di Jakarta Selatan bisa dilakukan sendiri, kenapa mesti mengkuasakan ke orang lain/RS?
 
Info mengenai pelayanan masyarakat di PTSP, bisa dilihat di website PTSP DKI

20 comments:

  1. sama mak aku juga baru lahiran.. Lahiran di bogor, tapi KTP bandung, dan katanya ga bisa bikin akte di Bogor, hrs di bandung sesuai domisili.

    tapi belum diurusin, soalnya jauh. Huhu, ribet juga trnyata kalo beda kota gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak. Sekarang harus sesuai domisili.
      Yg penting Jgn Lebih Dari 60 hari setelah Kelahiran, Mak. Soalnya nanti kena denda.

      Delete
  2. disini juga gratissss aku ngurus semua sendiri pula hihihi ben cepet

    ReplyDelete
  3. disini enggak gratis mba semua di uang kan :/ mungkin sih dari pusatnya gratis tapi selalu saja ada oknum yang minta pungutan biaya dan herannya biaya tersebut di target :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh Masih Ada pungli, Mas?
      Sekarang mah Di Jakarta, ga Ada pungli Tapi Kalo calo mah banyak, hehe.
      Di Jakarta mah boro2 pungli, dimintain uang PMI/Bazis aja dilaporin Ke Pak Ahok, hehe

      Delete
  4. di depok juga sekarang gampang ngurusnya biayanya juga murah klo telat tapi klo ga telat sih gratis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Makanya saya buru2 biar ga telat, hehe

      Delete
  5. Asik, berarti lebih mudah sekarang gak pake ribet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Sekarang mah ga ribet, Soalnya Kalo ribet nanti petugasnya dilaporin Ke Bos, haha

      Delete
  6. alhamdulillah kalau sudah dipermudah dan dipermurah pembuatan akta anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.
      Bukan dipermurah Tapi geratis, hehe

      Delete
  7. wah, kebetulan saya juga baru mau mengurus akte anak saya.. hanya saja untuk daerah Bandung saya gak tahu apa ada PTSP-nya atau nggak.. sepertinya sih gak ada :( jadi harus urus penambahan nama di KK dulu, baru deh berikutnya urus akte.. moga-moga lancar seperti di Jakarta ya.. keren deh Koh Ahok bikin sistem yang memudahkan warganya gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meski belum Ada PTSP, tapi langkahnya hampir Sama kok, Mak.
      Ke Kelurahan Utk KKnya.
      Utk Akte biasanya diurus Di Kecamatan atau suku Dinas tingkat walikota.

      Delete
  8. aku lupa dulu alfi bikin aktanya gimana, pake surat lahir gak ya, soalnya dibuatin sama orang desa sih

    ReplyDelete
  9. Cocok banget nih. Kemarin aku nyari yang di Jakarta, tapi buka pengalaman pribadi, jadi gimana gitu. Padahal banyak yang tanya caranya di blogku.

    ReplyDelete
  10. Sekarang sudah jauh lebih mudah ya mba.. Aku sempet buat untuk anak2ku juga

    ReplyDelete
  11. Terima kasih atas infonya
    Istri saya jg baru melahirkan anak kedua kami,
    Bulan agustus lalu,karna belum ada waktu yg luang untuk mengurusnya
    Sampai sekarang Akta anak kami blm diurus ( bingung jg,dulu kan RS yg urus,sekarang harus sendiri,jd agak ribet diwaktunya,tp untuk pengalaman saja,akan saya urus sendiri )
    Terima kasih atas infonya

    ReplyDelete
  12. Mba sharing ya td saya urus akte di Kelurahan Pulogadung. Ternyata ga bisa langsung. Jadi nama anak harus ada dulu di KK. KK yg ada nama anak baru jadi tgl 26 nanti. Stlh itu harus urus surat pengantar lagi buat urus akte kelahiran. Moga2 tgl 26 nanti ga dipersulit ya.. krn td coba nanya tgl 26 harus bawa apa biar bisa langsung urus akte tapi petugasnya gitu deh intinya 26 suruh datang dulu aja ambil KK.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya td saat urus kita sudah bawa semua persyaratan spt yg ada di web pemda DKI buat urus akte kelahiran.

      Delete

Please kindly write your comment... Thanks in advance for comment ... wishes my blog inspire you... ^^ |

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...